Capo Suporter Adalah? Ini Jawabannya
Capo suporter adalah sosok sentral pemandu sorak di tribun. Kenali arti, sejarah ultras dari Italia, hingga peran krusialnya dalam sepak bola dunia.
m88worldcups.com – Capo Suporter Adalah – Dalam dunia sepak bola, atmosfer di stadion sering kali menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jalannya pertandingan.
Ribuan suporter bernyanyi, melompat, dan mengibarkan berbagai atribut untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangan mereka.
Di balik kemeriahan tersebut, ada satu sosok penting yang biasanya berdiri di depan tribun dan memimpin jalannya dukungan itu. Sosok tersebut dikenal sebagai capo.
Banyak orang bertanya-tanya, Capo Suporter Adalah apa sebenarnya dan mengapa perannya begitu penting di kalangan pendukung sepak bola.
Untuk memahami hal tersebut, kita perlu melihat sejarah, peran, serta bagaimana sosok capo menjadi bagian penting dari budaya ultras di berbagai negara.
Bicara mengenai sosok capo, tak bisa lepas dari pembicaraan mengenai sebuah ultras. Mereka berdua adalah dua elemen yang saling berkaitan satu sama lain.
Ultras, dalam perkembangannya sebagai salah satu kelompok suporter, memiliki sejarah yang cukup panjang.
Memang sejarah ini juga memiliki banyak kesimpangsiuran, karena setiap kelompok suporter di berbagai negara pada masa lampau kerap mengidentikkan diri sebagai ultras. Ultras sendiri secara etimologi berarti segala sesuatu yang luar biasa dan lebih dari biasanya.
Namun, jika ditelisik, sejarah ultras sebenarnya berasal dari Brasil pada 1939 silam. Ketika itu, di Negeri Samba berdiri sebuah kelompok suporter bernama torcida organizada.
Pada Piala Dunia 1950, torcida memperlihatkan dirinya kepada dunia lewat koreografi-koreografi menarik.
Suporter Hajduk Split terinspirasi hal tersebut, dan pada akhirnya membentuk Torcida Split pada Oktober 1950.
Torcida Split ini menjadi kelompok ultras tertua di Eropa, sekaligus menjadi cikal bakal kelahiran ultras-ultras lain yang ada di Eropa. Memasuki Italia, ultras ini menghadirkan lagi sosok dan nuansa lain.
Selain memunculkan nuansa politik yang begitu kental, dengan aroma sayap kiri yang kerap menghiasi dasar dari pergerakan dan sikap politik yang mereka ambil, ultras di Italia juga menghadirkan istilah baru: capo, atau biasa disebut juga capo tifoso.
Lalu, siapa dan apakah capo tifoso atau capo itu?
Sejarah Capo/Capo Tifoso
Secara bahasa, jika diartikan, capo tifoso atau capo memang berasal dari bahasa Italia. Dia berarti “pemimpin kelompok suporter”.
Pemberian gelar capo tifoso ini juga tak bisa sembarangan. Eddward S. Kennedy dalam bukunya berjudul Sepak Bola Seribu Tafsir menyebut jika gelar capo tifoso diberikan kepada seseorang yang sukses membunuh polisi kala sekelompok ultras bertengkar dengan polisi.
Lebih lanjut, beberapa literatur menyebut jika capo adalah sosok yang memimpin sekelompok ultras di salah satu sudut stadion.
Lazimnya, ultras akan mendiami curva, bagian stadion yang melengkung dengan letaknya di tribune utara atau selatan.
Maka, nama-nama ultras kerap berkaitan dengan nama tribune utara dan selatan, seperti Curva Nord atau Curva Sud (khusus Italia).
Di tengah-tengah lengkungan kurva itulah capo berdiri. Dia memberikan komando kepada para ultras, membuat koreografi, serta meneriakkan suara dukungan bagi para pemain yang ada di stadion.
Namun, tidak jarang para ultras, sesuai dengan namanya, melakukan sesuatu yang berlebihan di stadion, seperti menyalakan suar dan cerawat, atau bahkan memancing keributan.
Di balik semua aksi yang menghibur sekaligus berlebihan dari ultras di stadion, ada sosok capo yang menjadi pemimpinnya.
Dalam tulisan yang ditulis oleh Tobias Jones di laman The Guardian berjudul Beyond the Violence, The Shocking Power the Ultras Wield Over Italian Football, sosok capo ini digambarkan sebagai sosok yang berwibawa dan memiliki pengaruh besar.
Namun, sosok capo ini tidak hanya berwibawa dan berpengaruh saja. Sosok capo juga harus mampu menyatukan berbagai pendapat dari para ultras lain, menghimpunnya, lalu menjadikannya sebagai suara bersama dari kelompok ultras yang dia pimpin.
Maka, tidak jarang ultras mengadakan rapat-rapat, serupa rapat politik, untuk mengambil keputusan mengenai berbagai hal.
Intinya, menurut Tobias, ultras berbeda dengan hooligans yang sering terlihat seperti pemuda yang mabuk. Ultras lebih terorganisir, lebih rapi, lebih garang, dan tentunya lebih berani.
i balik kegarangan serta keberhasilan kelompok ultras tersebut, ada capo atau capo tifoso yang menjadi pemimpinnya.
Sering kali orang melihat seseorang berdiri di depan tribun suporter, berteriak mengatur chant, tetapi justru membuat ribuan orang bernyanyi dengan kompak.
Sosok itulah yang dikenal sebagai capo suporter, orang yang menjadi penggerak utama di balik gemuruh dukungan di stadion.
Dunia capo memang menarik untuk dibahas, karena di balik setiap koreografi megah, chant yang menggema, dan atmosfer panas di stadion, ada peran mereka yang jarang terlihat tetapi sangat penting.
Dari Brasil, Italia, hingga Prancis, setiap capo memiliki cerita tersendiri yang membuat dunia ultras menjadi semakin berwarna.
Pengertian dan Sejarah Capo di Sepak Bola
Capo berasal dari bahasa Italia yang berarti “pemimpin suporter”. Namun, gelar ini tidak bisa diberikan kepada sembarang orang.
Di dunia suporter, terutama di kalangan ultras yang memiliki tingkat fanatisme tinggi, capo dianggap sebagai sosok sentral yang memiliki wibawa besar dan sangat dihormati oleh anggotanya.
Biasanya, capo berdiri di tengah curva, yaitu tribun utara atau selatan stadion yang menjadi pusat para suporter fanatik.
Dari posisi tersebut dia memimpin chant, mengatur koreografi, serta menjaga semangat ribuan orang yang hadir di stadion.
Seorang capo juga harus mampu menyatukan banyak pendapat yang berbeda, karena keputusan dalam kelompok ultras biasanya dibahas bersama melalui rapat yang menyerupai forum diskusi politik.
Jika ditarik lebih jauh ke belakang, asal mula gerakan ultras dimulai di Brasil pada tahun 1939 melalui kelompok torcida organizada.
Mereka mulai dikenal luas ketika Piala Dunia 1950 karena dukungan mereka yang meriah serta koreografi yang sangat menarik.
Dari situ muncul sosok yang bisa dianggap sebagai cikal bakal pemimpin suporter seperti capo. Dalam praktiknya, capo suporter adalah pemimpin yang mengatur ritme dukungan dan menjaga semangat di tribun agar tetap hidup sepanjang pertandingan.
Gaya dukungan seperti ini kemudian menyebar ke Eropa, dimulai dari Torcida Split di Kroasia pada tahun 1950 yang menjadi kelompok ultras pertama di kawasan tersebut.
Ketika budaya ini berkembang di Italia, gerakan ultras semakin kuat dengan tambahan unsur politik, hingga akhirnya lahirlah istilah yang kini dikenal luas sebagai capo tifoso.
Peran Utama Capo di Sepak Bola
1. Pemimpin Kelompok Suporter
Capo dapat diibaratkan sebagai komandan di tribun. Dia memimpin para ultras, yaitu kelompok suporter fanatik yang biasanya memiliki ikatan yang sangat kuat satu sama lain. Biasanya, capo berdiri di curva yang menjadi pusat dukungan suporter.
Dari sana dia mengarahkan dukungan, memberikan instruksi kepada para anggota, serta menjadi sosok yang disegani, bukan hanya di stadion tetapi juga di luar lingkungan pertandingan.
2. Pengatur Semangat dan Nyanyian
Ketika pertandingan berlangsung sengit, capo berperan mengatur ritme chant agar seluruh suporter tetap kompak.
Dia harus peka terhadap suasana pertandingan, mengetahui kapan harus menciptakan euforia ketika tim unggul, kapan harus membangkitkan semangat saat tim tertinggal, bahkan kapan waktu yang tepat untuk menekan mental lawan melalui chant.
Terkadang mereka juga memiliki strategi tertentu untuk mempengaruhi atmosfer stadion, seperti menyanyikan chant bernada sindiran, mengatur tempo dukungan, hingga menyiapkan koreografi yang membuat suasana semakin panas.
3. Koordinator Koreografi Tifo
Setiap koreografi megah yang terlihat di tribun biasanya tidak akan berjalan tanpa peran seorang capo.
Dia yang menyusun ide, mengatur formasi para suporter, serta memastikan semua gerakan berjalan serasi dengan nyanyian dukungan.
Dengan kata lain, capo dapat dianggap seperti sutradara di balik layar yang membuat tampilan tribun terlihat spektakuler dan mampu memberi tekanan psikologis kepada tim lawan.
4. Penyambung Lidah dan Perwakilan
Selain memimpin dukungan di tribun, capo juga sering menjadi juru bicara bagi kelompok suporter yang dipimpinnya.
Dia yang berkomunikasi dengan pihak klub, aparat keamanan, atau kelompok suporter lain jika ada hal-hal penting yang perlu dibicarakan.
Karena itu, peran capo bukan hanya sekadar memimpin chant, tetapi juga menjadi perwakilan yang menyampaikan aspirasi para anggota kelompok suporter.
5. Pemberi Inspirasi dan Motivator
Capo memiliki energi yang sangat mudah menular kepada suporter lain. Cara dia memberikan aba-aba, memimpin nyanyian, serta menunjukkan semangat di tribun sering kali membuat orang di sekitarnya ikut terbawa suasana.
Kehadirannya juga sering menjadi motivasi tambahan bagi para pemain di lapangan untuk terus tampil maksimal karena mereka merasakan dukungan besar dari tribun.
Daftar Capo Paling Terkenal di Dunia
1. Ultras Marseille
Di Prancis, ultras Marseille seperti Commando Ultra '84 dan South Winners 1987 telah menjadi ikon besar.
Mereka membuat Stadion Vélodrome selalu memiliki atmosfer yang panas setiap kali Marseille bermain.
Dua sosok capo yang paling dikenal dari kelompok ini adalah Patrice De Peretti yang dikenal dengan julukan Depé dan Rachid Zeroual.
Depé dikenal sebagai sosok yang karismatik dan sangat dihormati oleh para suporter. Ketika dia meninggal pada tahun 2000, banyak penggemar masih mengenangnya melalui slogan “Depé, per sempre il primo”.
Sementara itu, Zeroual merupakan presiden South Winners yang sering berdebat dengan manajemen klub. Namun dari situ terlihat bagaimana seorang capo berusaha menjaga semangat serta suara para penggemar agar tetap didengar.
2. Torcida Split
Di Kroasia terdapat Torcida Split, kelompok suporter Hajduk Split yang sering disebut sebagai kelompok ultras tertua di Eropa karena berdiri sejak tahun 1950.
Berbeda dengan banyak kelompok ultras lain, Torcida Split tidak memiliki satu capo tetap. Mereka menggunakan sistem kepemimpinan kolektif yang dijalankan oleh beberapa anggota inti di tribun utara Stadion Poljud.
Kelompok ini terkenal karena aksi fanatik mereka serta perannya dalam masa perjuangan kemerdekaan Kroasia. Walaupun tidak memiliki satu sosok capo yang terkenal secara individu, nama Torcida Split sendiri sudah sangat melegenda dalam dunia ultras.
3. "Il Capo" (Gennaro De Tommaso)
Salah satu sosok yang paling sering disebut ketika membahas capo legendaris adalah Gennaro De Tommaso.
Dia lebih dikenal dengan julukan Genny 'a Carogna atau Genny si Bangkai dan merupakan pemimpin ultras Napoli.
Namanya mulai dikenal luas pada final Coppa Italia tahun 2014 ketika dia sempat bernegosiasi langsung dengan kapten Napoli di pinggir lapangan setelah terjadi insiden sebelum pertandingan dimulai.
Peristiwa tersebut membuat banyak orang menyadari betapa besar pengaruh seorang capo, terutama di klub-klub besar Italia yang memiliki basis ultras yang sangat fanatik.
4. "Barone" (Fabrizio Piscitelli)
Ketika membicarakan Lazio, nama Fabrizio Piscitelli atau yang dikenal dengan julukan Barone hampir selalu disebut. Dia merupakan pemimpin kelompok ultras Irriducibili Lazio yang terkenal sangat solid dan ekstrem.
Di bawah kepemimpinannya, kelompok tersebut menjadi salah satu kelompok ultras paling berpengaruh di Italia. Meskipun dikenal karena pandangan politiknya yang keras, Barone tetap dihormati dalam dunia ultras.
Setelah dia meninggal pada tahun 2019 dalam kasus pembunuhan, namanya justru semakin dikenang oleh para suporter garis keras, tidak hanya di Italia tetapi juga di komunitas ultras internasional.
5. "Er Tavoletta" (Daniele De Santis)
Tokoh terakhir adalah Daniele De Santis yang dikenal dengan julukan Er Tavoletta dari kalangan ultras Roma.
Namun, namanya lebih dikenal karena tragedi dibandingkan dengan kepemimpinannya di tribun.
Pada tahun 2014, dia terlibat dalam insiden penembakan yang menyebabkan seorang suporter Napoli bernama Ciro Esposito meninggal dunia sebelum final Coppa Italia.
Karena kejadian tersebut, nama Er Tavoletta lebih dikenal karena kasus tragis tersebut dibandingkan pengaruhnya di dunia ultras.
Pada akhirnya, capo suporter adalah sosok yang menjadi penggerak utama di balik semangat dan kekompakan tribun stadion.
Dia memimpin chant, mengatur koreografi, serta menyatukan ribuan suara agar dukungan terhadap tim tetap hidup sepanjang pertandingan.
Tanpa kehadiran capo, atmosfer stadion mungkin tidak akan terasa sekuat dan seintens sekarang. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan di lapangan, tetapi juga tentang kebersamaan, loyalitas, dan identitas yang dimiliki para pendukungnya.
Melihat besarnya pengaruh tersebut, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa tribun stadion akan terasa berbeda tanpa sosok capo yang memimpin dukungan dari barisan suporter.