Turki Optimistis Menatap Peluang di Piala Dunia


Pelatih kepala Vincenzo Montella tetap percaya bahwa timnya akan lolos ke Piala Dunia menjelang babak play-off.

Final Draw Cover

Pelatih kepala Vincenzo Montella tetap percaya bahwa timnya akan lolos ke Piala Dunia menjelang babak play-off.

m88worldcups.comPada malam 7 September 2025, sepak bola Turki sempat diliputi krisis setelah tim nasional mengalami kekalahan telak 6-0 dari Spanyol dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026™, yang tampaknya menghancurkan mimpi mereka untuk lolos.

Pelatih Vincenzo Montella pun dihadapkan pada pertanyaan yang sulit, dengan tajuk berita menggambarkan performa tim sebagai “bencana” dan “memalukan,” yang masih termasuk reaksi ringan dibandingkan komentar lain di media.

Empat bulan kemudian, optimisme kembali muncul. Montella berhasil menstabilkan tim, dan peluang untuk lolos ke Piala Dunia kini terlihat realistis.

Perubahan suasana ini mudah dipahami jika melihat performa Turki di EURO 2024, yang membuat para penggemar percaya bahwa mereka bisa bersaing dengan negara-negara besar. Bahkan sempat muncul pembicaraan tentang munculnya “generasi emas.”

Namun harapan tinggi itu kemudian mendapat pukulan telak saat menghadapi Spanyol di Istanbul, menimbulkan tekanan terhadap Montella terkait susunan pemain dan taktik yang dipilihnya.

Kendati demikian, kegagalan tersebut justru memperkuat tekad tim, yang disambut positif oleh penggemar dan media Turki. 

Montella pun mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan dari juara Eropa dan memperingatkan agar tidak membuat “penilaian terburu-buru dan final” terhadap Turki.

Instingnya terbukti benar, karena timnya menunjukkan reaksi kuat pada pertandingan berikutnya, dengan menaklukkan Bulgaria 6-1. Sejak itu, Turki tidak terkalahkan dalam kualifikasi.

Setelah kemenangan meyakinkan atas Georgia dan Bulgaria, tim yang tengah bangkit menghadapi ujian krusial di Sevilla. 

Dengan selisih gol 14, peluang matematika untuk menjuarai grup tipis, tetapi mereka tetap bertekad menghentikan Spanyol meraih poin maksimal. Hasil imbang 2-2 mereka memicu pemberitaan tentang “kebangkitan di Sevilla” di media Turki.

“Semangat tim saya bahkan lebih memuaskan daripada hasil hari ini,” ujar Montella lega. Keputusannya untuk merotasi skuad secara aktif (ia telah menggunakan 28 pemain berbeda), termasuk banyak pemain muda, sering mendapat kritik.

Optimisme Menjelang Play-Off Eropa

Suasana menjelang play-off Eropa pada bulan Maret kini dipenuhi optimisme hati-hati, tetapi ada pula rasa antusias yang nyata. 

Kombinasi bertahun-tahun kesulitan (Turki terakhir kali lolos Piala Dunia pada 2002) dan keyakinan pada tim yang sedang berkembang ini menciptakan atmosfer emosional yang tinggi.

Jika Turki berhasil lolos ke putaran final di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, perayaan besar kemungkinan akan terjadi. Sebaliknya, kegagalan dapat menimbulkan kekecewaan mendalam.

Veteran Dortmund, Salih Ozcan, menegaskan ambisi tim: “Kami percaya pada diri kami sendiri dan tujuan kami tetap lolos ke Piala Dunia. Setelah pertandingan ini [melawan Spanyol], semua negara kemungkinan akan menghormati kami.”

Untuk saat ini, hanya tiga tim yang perlu memperhatikan pesannya. Turki akan menghadapi Rumania pada semi-final play-off tanggal 26 Maret, dan jika berhasil, akan melawan pemenang antara Slovakia dan Kosovo lima hari kemudian.

Talenta Muda yang Siap Menjadi Penentu

Dalam periode krusial ini, beberapa bintang muda perlu membuktikan kemampuan mereka menghadapi tanggung jawab. 

Arda Guler, yang dianggap sebagai “wonderkid” sepak bola Turki, memiliki kemampuan untuk menjadi pengubah permainan berkat teknik dan kreativitasnya yang luar biasa.

Rekan-rekannya di lini tengah adalah Hakan Calhanoglu dan Ozcan, yang memiliki pengalaman luas dalam pertandingan knockout di tingkat tertinggi, misalnya di Liga Champions UEFA.

Kenan Yildiz adalah prospek menjanjikan lain yang diprediksi akan mencetak banyak gol bagi tim nasional Turki di masa depan. 

Dipuji karena kelincahan dan keluwesan menguasai bola, ia bisa bermain sebagai penyerang tunggal maupun penyerang pendukung.

Lini depan penuh dengan talenta, dan dari segi kualitas individu, bagian ini tampaknya menjadi kekuatan terkuat skuad.

Montella yakin timnya memiliki kualitas yang cukup: “Kami memiliki dua final yang akan datang, dan kami menjalani setiap langkah secara bertahap menuju tujuan kami. Kami akan lolos ke Piala Dunia.”

Jika berhasil, Turki akan bermain di grup yang menampilkan tuan rumah AS, Australia, dan Paraguay.