Amerika Serikat Alokasikan Dana 115 USD untuk Teknologi Penangkal Drone Jelang Piala Dunia


Pemerintah AS mengalokasikan US$115 juta untuk teknologi penangkal drone demi mengamankan Piala Dunia dan acara nasional.

Final Draw Cover

m88worldcups.comPemerintah Amerika Serikat mengambil langkah strategis untuk memperkuat sistem keamanan nasional menjelang penyelenggaraan Piala Dunia FIFA serta rangkaian acara peringatan 250 tahun kemerdekaan negara tersebut. 

Fokus utama kebijakan ini adalah menghadapi ancaman teknologi drone yang semakin berkembang dan berpotensi mengganggu keamanan publik pada acara berskala internasional.

Investasi Besar Departemen Keamanan Dalam Negeri

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat menyatakan akan menginvestasikan dana sebesar 115 juta dolar AS untuk pengembangan dan penerapan teknologi penangkal drone. 

Pendanaan ini akan dikelola oleh sebuah kantor baru di bawah DHS yang secara khusus dibentuk untuk mempercepat proses pengadaan dan penyebaran teknologi drone serta sistem anti-drone.

Langkah ini menjadi pertaruhan besar pada solusi berbasis teknologi tinggi, di tengah tekanan yang dihadapi departemen tersebut untuk menjamin keamanan acara-acara penting sekaligus memenuhi tuntutan kebijakan pengetatan imigrasi dari Presiden Donald Trump.

Ancaman Teknologi Drone yang Semakin Canggih

Kebijakan ini juga merupakan respons langsung terhadap meningkatnya kecanggihan teknologi yang digunakan oleh kartel narkoba. 

Kelompok kriminal tersebut diketahui memanfaatkan drone dan serangan siber untuk membantu penyelundupan narkotika serta melakukan pengawasan terhadap pejabat Amerika Serikat.

Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, menyatakan bahwa drone kini menjadi garis depan baru dalam supremasi udara Amerika Serikat. 

Drone yang relatif murah dan mudah diperoleh secara daring telah lama menjadi perhatian serius bagi para pejabat keamanan publik.

Insiden Drone dan Kekhawatiran Publik

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah insiden telah menyoroti risiko penggunaan drone tanpa izin. 

Seorang pria di Baltimore mengaku bersalah setelah menerbangkan drone di atas Stadion M&T Bank saat pertandingan playoff NFL 2025 antara Baltimore Ravens dan Pittsburgh Steelers.

Di tempat lain, serangkaian laporan penampakan drone di New Jersey pada tahun 2024 memicu keresahan publik dan mendorong para anggota parlemen untuk mendesak pemerintah eksekutif agar mengambil tindakan lebih tegas.

Tekanan Keamanan Jelang Piala Dunia

Amerika Serikat yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA semakin berada di bawah sorotan untuk memastikan tidak ada gangguan selama turnamen berlangsung. Sebanyak sebelas kota di Amerika Serikat akan menjadi lokasi pertandingan, dengan perkiraan lebih dari satu juta pengunjung internasional datang untuk menyaksikan ajang tersebut.

Sebagai bagian dari upaya ini, Badan Manajemen Darurat Federal yang berada di bawah DHS telah menyalurkan dana sebesar 250 juta dolar AS kepada sebelas negara bagian tuan rumah pertandingan Piala Dunia untuk membeli teknologi penangkal drone.

Peran Drone dalam Aktivitas Kartel Narkoba

Kartel narkoba yang oleh pemerintahan Trump dikategorikan sebagai kelompok teroris telah memanfaatkan drone untuk keperluan penyelundupan dan pengawasan. 

Para ahli keamanan juga mengkhawatirkan kemungkinan drone dilengkapi dengan senjata mematikan.

Dalam upaya memerangi kartel, kegagalan sistem pengawasan dapat berakibat fatal. Sebuah laporan inspektur jenderal Departemen Kehakiman tahun lalu mengungkap bahwa sebuah kartel narkoba Meksiko menyewa peretas untuk memantau pergerakan seorang pejabat senior FBI di Mexico City sejak 2018 atau sebelumnya. 

Informasi yang diperoleh dari sistem kamera kota tersebut memungkinkan kartel membunuh calon informan FBI.